Konon, dalam sebuah cerita kaba klasik Minangkabau. Kaba Anggun Nan Tongga. Ketika Nangkodo Baha sedang membuka gelanggang, Anggun Nan Tongga datang dengan rombongannya. Ia disuguhkan sirih pinang dalam carano. Ketika ditanya apa maksud tujuannya datang, ia menyebutkankan kalau ia ingin bermain-main di gelanggang Nan Kodo Baha itu. Ia ingin menjadi bagian dari keramaian gelanggang. Begitu digambarkan satu adat dan adab dalam sebuah gelanggang.
Ini pula yang hendak dibayangkan oleh anak-anak nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang. Sebuah adat dan adab dalam gelanggang. Prosesi Adat Bagalanggang adalah manifestasi dari gambaran cerita Anggun Nan Tongga tersebut. Oleh si pangka pihak yang datang atau si alek disambut dengan tarian. Lalu disuguhukan sirih pinang dalam carano. Dalam bahasa adat juru bicara si pangka menanyakan apa benar maksud kedatangan mereka. Dalam bahasa adat pula, rombongan si alek menjawab dan membentangkan maksud tujuan mereka hadir di gelanggang. Pendeknya, mereka minta izin untuk bisa ikut serta dalam gelanggang anak nagari. Turut serta tobang itiak, pertunjukan-pertunjukan.
Tanda restu izin oleh si pangka, si alek akan dijamu dengan makan besar. Fragmen ini disebut dengan makan bajamba. Sebelum makan, niniak mamak si pangka akan memanggil para tamu. Mereka akan berkomunikasi secara adat. Alua pasambahan begitu bahasa itu disebut. Setelah saling lempar kata, maka jatuhlah bendera. Semua orang akan mengambil nasi masing-masing.
Sehabis zuhur, dengan lantang suara janang menggema dipengeras suara. Dengan sedikit pantun, kadang petatah petitih ia mampu menyedot perhatian pengunjung. Lantas, orang-orang akan memadati jalanan yang memang dijadikan arena tobang itiak. Bak orang menjual obat di pasar-pasar, janang tersebut tak pernah kehabisan kata-kata. Apa yang diucapcuapkannya itu mampu menghipnotis siapa saja untuk tetap tinggal di gelanggang.
Para pemilik itik, para joki, starter, para juri, serta panitia lapangan segera bersiap-siap. Itiak-itiak akan segera didaftarkan sesuai dengan jarak dan kapasitas itiak. Ada yang jarak pendek 800 meter, itiak jarak 100 meter, 1200 meter, hingga itiak jalan panjang dengan jarak 1600 meter.

