Pada tahun 1990 lalu, Luiz Inacio Lula Da Silva, presiden Brazil ke-35, membuat satu kebijakan bersyarat untuk warga-warganya yang kurang mampu. Kebijakan itu disebut dengan Bolsa Familia, berupa tunjangan yang diberikan kepada keluarga kurang mampu di Brasil. Tunjangan ini dibaginya dalam beberapa kategori. Pertama, seperti Bolsa Escola tunjangan khusus untuk pendidikan. Kedua, Bolsa Alimentacau atau bantuan pangan selama pendidikan. Ketiga, Certao Alimentacau atau bantuan pangan, dan Auxílio Gas atau bantuan gas.
Mekanisme tunjangan tersebut oleh Lula diberikan syarat tertentu. Misalnya, untuk keluarga yang ingin masuk dalam program bantuan tersebut, wajib memastikan anak-anaknya bersekolah dan memperoleh vaksinasi. Apabila absensi atau tingkat ketidakkehadiran anak di sekolah sudah melewati batas, maka keluarga itu akan dikeluarkan dari program tersebut. Dan dana bantuan untuk mereka akan ditangguhkan.
Menurut media-media di Brazil, program yang diprakarsai Presiden Lula itu berhasil mengurangi tingkat kemiskinan di Brasil hingga 28 persen dalam periode pemerintahan pertamanya. Tahun-tahun berikutnya, banyak negara yang telah mereplikasi, megadopsi program tersebut. Tak terkecuali di Indonesia.
Mulai dari tahun 2004 di masa SBY hingga sekarang di masa Jokowi. Tentu program bantuan ini muncul dengan motiv dan alasan yang berbeda. Mulai dari kenaikan BBM pada masa SBY hingga krisis yang disebabkan oleh pandemi di masa Jokowi. Program bantuan ini pun kemudian muncul dengan ragam bentuk dan nama, dengan ragam regulasi yang mengaturnya, serta juga dengan ragam persoalan-persoalan sosial yang ditimbulkannya.
Hingga kemudian, dari apa yang telah terlaksana, tak sedikit juga orang-orang termasuk juga tokoh yang melihat kesuksesan dan manfaat dari program ini. Namun, sebanyak yang mendukung, tentu banyak juga yang mengkritik dengan tajam program ini. Banyak kemudian penelitian-penelitian dilakukan terkait BLT ini. Alih-alih membantu masyarakat yang kurang mampu. Prosedur yang keliru justru menimbulkan persoalan sosial di masyarakat.
