“Katiko babuko cako, kito raso sodang baminantu baru. Yo bona santiang tukang masaknyo,” begitu Widya Putra selaku ketua tim safari Ramadhan nomor urut 7 Kabupaten Lima Puluh Kota membuka kunjungannya di masjid Ashadiqin jorong Tanjung Haro Utara, nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, kabupaten Lima Puluh Kota.
Barangkali kalimat yang diucapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota itu agak berlebihan, meskipun juga ada benarnya. Kenapa tidak, ketika informasi akan ada kunjungan tim safari Ramadhan ini sampai di nagari, kepala jorong Tanjung Haro Utara, Boy Eko Febrian, langsung bermanuver dengan gesit. Sat set sat set, ia langsung mengumumkan di sidang jumat. Bahwasanya, akan ada kunjungan Tim Safari Ramadhan dari Kabupaten ke masjid kita, dan kita akan langsung berbuka bersama di masjid.
Dari informasi itu, rupanya tidak hanya kaum bapak yang saling pandang satu sama lain. Kaum ibu juga tak kalah sibuk. “Apa saja pabukoan kita, bagaimana cara kita makan, dan apa saja isi talam kita,” begitu barangkali pertanyaan yang timbul sesama mereka.
Benar saja, senin sore, tepatnya 27 Maret lalu, beberapa ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok rebana dengan begitu semangat mangguguah kulit rebana. Sementara, ibu-ibu yang lain datang silih berganti dengan talam yang dijunjung dengan mantap di kepala mereka. Semantap harapan mereka akan kunjungan tersebut. Talam dengan ragam isinya itu berjejer taririk dengan rapi di tikar bagian belakang masjid.

Baru saja sholat magrib usai, rombongan tim safari Ramadan Kabupaten, rombongan kecamatan, pemerintahan nagari, tokoh masyarakat di nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, serta masyarakat di jorong Tanjung Haro Utara bersama-sama mencicipi kecakapan ibu-ibu di jorong Tanjung Haro Utara itu.
Dihadapan rombongan, dan juga masyarakat yang hadir. Widya Putra, selaku Sekretaris Daerah tidak hanya memuji masakan ibu-ibu. Ia juga menyoroti potensi lainnya. Mulai dari imam masjid, hingga pembacaan kalam Ilahi. Ia menyebut tentang kekecewaannya terhadap perlombaan MTQ yang digelar di provinsi beberapa waktu lalu. Tentu ia berharap, jika qori dan qoriah di nagari Tanjong Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang bisa menjadi bagian perlombaan itu tahun-tahun berikutnya.
Dalam kesempatan ini, Widya menyampaikan beberapa hal. Pertama terkait program pemerintah untuk mengusir jauh-jauh kemiskinan ekstrem di Lima Puluh Kota. Dari 392.094 jiwa penduduk Lima Puluh Kota, data kemiskinan eksrem ini selalu turun naik. Tahun 2020 lalu, di Lima Puluh Kota terdata 6.634 jiwa masyarakat yang tergolong miskin eksrem. Tahun 2021 turun menjadi 4.645 jiwa. Dan tahun 2022 lalu naik lagi menjadi 6.412 jiwa. Inilah yang akan menjadi perhatian pemerintah Kabupaten. Mengurangi angka kemiskinan ekstrem hingga bahkan sampai nol.
Kedua, Widya juga menyoroti terkait perkembangan anak-anak. Atau apa yang disebut-sebut dengan istilah stunting. Anak-anak yang gagal tumbuh. Atau anak-anak yang tidak tumbuh sebagaimana pertumbuhan diusianya. Baik itu pertumbuhan fisik, maupun jiwa serta pikirannya.

Lalu, ketiga, Widya juga menyoroti tentang sertifikasi halal. Baik itu bagi masyarakat yang memiliki usaha rumahan, ataupun yang menjual jasa-jasa tertentu. Agar kemudian melalui kementrian agama yaitu KUA setempat agar bisa mengurus sertifikat halalnya.
Setelah pembuka oleh Sekretaris Daerah, kunjungan ini ditutup dengan tausiah oleh ustad Hardeli. Ustad Hardeli memberikan wawasan keagamaan tentang hakikat manusia. Apa itu manusia, siapa itu manusia, bagaimana asal usul kejadian manusia, dan apa tugasnya di dunia ini?
Ia kemudian mengutip surat Al-mukmin, ayat 12-16. Bahwa Tuhan ciptakan manusia itu dari saripati yang berasal dari tanah. Kemudian saripati tanah itu dijadikan setetas air yang disimpan ditempat yang kokoh yaitu Rahim. Setetes air itu dijadikan segumpal darah. Dari segumpal darih menjadi segumpal daging. Segumpal daging itu dijadikan sebongkah tulang. Lalu tulang itu dibungkus lagi dengan daging. Kemudian diberi bentuk yang berlain-lainan.
Barangkali, talam dan pabukoan yang disediakan oleh ibu-ibu di jorong Tanjung Haro Utara, nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang ini tidak hanya rasanya yang manis. Buah dari kunjungan ini juga tak kalah manisnya. Kunjungan silaturahmi dari Kabupaten ini ditandai dengan penyerahan hibah dari pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk masjid Ashadiqin, jorong tanjong Haro Utara, nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Panjang. Bantuan ini berupa uang senilai Rp 20 juta rupiah.

Tentu, selaku wali nagari, Nofrizal menyambut baik dan bangga kedatangan tim 7 ini. “Kita termasuk nagari yang beruntung, nagari kita masuk dalam list nagari yang dikunjungi oleh Pemerintah Kabupten Lima Puluh Kota,” sambut wali nagari Nofrizal. “Kenapa demikian, dari 79 nagari yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota, nagari kita menjadi pilihan salah satunya,” tutup Nofrizal.
