Oleh: Roni Keron
D
r. Alex Aldha Yudi, M.Pd atau biasa dipanggil dengan Coach Alex, adalah salah satu dosen di Departemen Kepelatihan, Fakultas Ilmu Kepelatihan, Universitas Negeri Padang. Sebelumnya, Coach Alex, pada tahun 2018 lalu, dipercaya oleh PSSI untuk menemani Timnas Putri Indonesia pada perhelatan akbar olah raga Asian Games Jakarta dan Palembang sebagai asisten pelatih. Pada pesta olah raga terbesar di Asia itu nampaknya ikut mencuatkan namanya. Oleh karena itu, dua tahun setelahnya, tepatnya 2020, ia kembali dipercaya oleh PSSI. PSSI memberikannya tugas untuk melatih fisik Timnas U-19.
“Barangkali PSSI sudah melihat rekam jejak saya. 2018 lalu saya bersama Timnas Putri Indonesia. Barangkali karena itu, pada 2020 PSSI kembali memanggil saya,” ujarnya.
Coach Alex, sebenarnya memulai karirnya dari dalam lapangan. Alias pemain sepak bola. Ia memulai bermain bola kaki di Sekolah Sepak Bola (SSB) Balai Baru Padang. Kala itu ia berusia 5-6 tahun. Ia terus berlatih hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setelah tamat SMP ia memutuskan untuk lebih serius. Ia mencoba peruntungan, dan berhasil masuk di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) cabang olah raga sepak bola. Di sini, dari hari ke hari ia menjalani proses latihan sepak bola dengan serius dan tentunnya lebih profesional.
Selama 3 tahun terus berlatih, ia lantas mulai mengevaluasi diri. Terutama terkait pilihan hidup ke depannya. Apakah ia akan terus berada di dalam lapangan hijau (pemain) atau malah memilih di luar lapangan (pelatih).

“Rasanya saya tidak mungkin untuk terus berkarir di dunia pemain. Karena persaingan dan hal-hal birokrasi lainnya. Pilihan saya ketika itu adalah memilih di luar lapangan hijau. Maka saya memasuki dunia akademis. Saya masuk ke jurusan Kepelatihan, Departemen Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang,” sambungnya.
Setelah menamatkan Srtrata 1 di Universitas Negeri Padang, tepatnya tahun 2007, ia mendapatkan lisensi D untuk kepelatihan. Pada tahun 2013 ia kembali melanjutkan untuk lisensi C di Jakarta. Dari situlah kemudian ia mulai menekuni bagaimana pembinaan sepakbola di usia muda. Lisensi B ia dapatkan pada tahun 2017. Lisensi ini kemudian begitu berguna baginya. Sehingga tahun 2018 ia dipercaya untuk membawa Timnas Putri Indonesia di ajang Asian Games Jakarta dan Palembang. Semakin yakin, pada tahun 2019 ia mendapatkan lisensi A AFC. Ini juga kemudian yang dibawanya untuk membawa Timnas Indonesia U-19 di ajang internasional.

Setelah menamatkan S3 di Universitas Negeri Jakarta, ia kemudian terjun lebih dalam menceburkan diri dalam dunia pendidikan. Ini pula yang kemudian mengantarkannya ke nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, kabupaten Lima Puluh Kota. Ia membawa 50 orang mahasiswa serta dosen-dosen untuk mengabdikan diri berbagi pengalaman bersama anak nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang. Tak tanggung-tanggung, 9 cabang olah raga akan diajarkan ke pada anak nagari Sitapa, selama lebih kurang 2 bulan. Terhitung September hingga Oktober. Pucaknya, sebentuk evaluasi kegiatan, akan diadakan sebentuk Pekan Olah Raga nagari Sitapa.
Program ini bernama Magang Nagari Berprestasi. Dimana, mahasiswa dan dosen akan membina anak-anak nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang secara langsung. Tidak hanya sebagai pemain atau atlet. Akan tetapi juga sekaligus untuk majerial. Jadi, selain ada atlet juga akan dibina pamong olah raga.
“Selain oleh mahasiswa, kegiatan ini juga akan diikuti oleh dosen pembimbing, akademisi olah raga, pamong olah raga dari masyarakat,” sambung Coach Alex Aldha.

Wali nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Nofrizal, sangat menyambut baik program ini. Baginya ini menjadi seolah kebetulan yang membetulkan. Bagaimana tidak, pemerintah nagari sedang giat-giatnya melakukan pembinaan serta pemberdayaan masyarakat. Salah duanya adlah olah raga. Pemerintah nagari telah membayangkan satu kegiatan bersama olah raga nagari. Yaitu, Pekan Olah Raga Nagari. Sekaligus membentuk lembaga keolahragaan. Sebentuk Komite Olah Raga Nagari.
“Agaknya, mimpi anak nagari untuk dilatih dan dididik secara profesional dalam bidang olah raga akan dapat diwujudkan,” tutup Walinagari.
