A
da hal menarik yang terlaksana di perbatasan Jorong Padang Panjang, Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang dengan Kelurahan Sicincin, Payakumbuh Timur pertengahan Juli lalu. Terlihat kerumunan orang-orang memadati area jalan. Yang mana, pada jalan itu kiri kanannya terhampar sawah-sawah masyarakat
Usut punya usut ternyata sedang dilaksanakan kegiatan peresmian kedai kopi ala caffe dengan konsep pemandangan alam dengan nama Batu Togak Jorpa. Disamping itu, juga sekaligus peresmian media indiependen yang diinisiasi oleh anak nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang dengan nama suarakakisago.com.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu malam (17/7) tersebut diresmikan oleh Nofrizal, Wali Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang dihadapa ratusan pengunjung. Tak lupa beberapa tokoh masyarakat seperti ketua Bamus, Buya Ferry mantan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Buya Syukron anggota DPRD Lima Puluh Kota juga turut memberikan kata sambutan.
Elgi Dt. Ciindo Marajo mengatakan bahwa kedai kopi yang ia dirikan itu dibayangkan tak saja bermanfaat untuk dirinya. Melainkan juga untuk masyarakat sekitar.
“Kita berharap dengan berdirinya kedai kopi ala caffe dipinggir sawah ini mampu meningkatkan perekonomian kita semua. Caranya ya dengan menambah daya tarik masyarakat luar untuk berkunjung ke nagari kita,” ungkap Elgi ketika diminta pembawa acara untuk menjelaskan apa itu Batu Togak Jorpa.
Sementara itu, Roni Keron Dt. Marajo Ciindo dihadapan pengunjung mengutarakan tujuan dibentuknya suarakakisago.com adalah sebagai media di nagari untuk menyampaikan ke khalayak tentang apa saja peristiwa-peristiwa serta aktivitas-aktivitas di nagari. Baik itu isu-isu yang sedang berkembang, kreativitas yang ada dan menyoal apa saja potensi yang dimiliki oleh nagari.

“Suarakakisago.com ini dinisiasi setidaknya ada dua poin. Pertama, untuk merespon apa yang akhir-akhir ini mencuat di nagari. Bahwa nagari digadang-gadang menjadi nagari kunjungan. Namun di nagari kita sangat minim media untuk menyuarakannya. Kedua, merespon perkembangan dunia teknologi informasi. Di tengah-tengah perkembangan itu tidak mudah bagi kita untuk membedakan mana informasi yang benar mana informasi yang keliru. Untuk itu, diperlukan satu media lain untuk menyampaikan mana informasi yang layak dikonsumsi masyarakat. Terutama masyarakat nagari tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang. Agar masyarakat kita cerdas menentukan kabar sebenarnya dan terhindar dari berita hoaks,” kata Keron yang juga founder Legusafest ini.
