Redaktur

R
oni Keron, biasa dipanggil Keron. Adalah Sarjana Seni lulusan Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Sejak tahun 2016, turut mendirikan dan bergiat di Pasa Harau Art & Culture Festival. Menjadi Direktur Artistik selama dua tahun (2016-2017) hingga pada penyelenggaraan ke 3 tahun 2018 dipercaya menjadi kurator.
Berdasarkan pengalaman di Pasa Harau, Keron bersama tim Pasa Harau serta Yayasan Pendidikan Bintang Kidul Yogyakarta menginisiasi dan mempelopori berdirinya Ruang Belajar Bintang Harau, sebuah ruang budaya bagi anak-anak Lembah Harau. Disaat yang bersamaan, pada tahun 2017, dipercaya menjadi Direktur Artistik untuk penyelenggaraan Payakumbuh Botuang Festival yang pertama. Di samping itu, juga menginisiasi sebuah wadah untuk memetakan kota dalam wujud seni di kota Payakumbuh, bernama Payakumbuh Youth Arte Committee.
Pada tahun 2018, mencoba mengembangkan sebuah pola baru untuk mengembangkan potensi kesenian di nagari (desa) Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kec. Luak, Kab. Lima Puluh Kota. Kemudian mengajak anak-anak nagari membuat semacam kegiatan untuk mendorong anak-anak muda lainya serta masyarakat untuk mencipta karya musik bersama. Setahun berproses bersama, hasil proses akan dirayakan dalam bentuk festival musik, yang kemudian disebut dengan Legusa Festival.
Selain pekerja lapangan, juga terlibat dalam dunia penulisan. Mengelola sebuah portal seni. Yaitu teraseni.id. Bertindak sebagai redaktur sekaligus penulis. Juga sebagai fasilitator di teraseni untuk program-program lokakarya, berupa belajar bersama dengan masyarakat.
Pada 2022 ikut mendirikan Suara Kaki Sago sebagai wadah atau saluran untuk anak nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang untuk bersuara. Bertindak sebagai redaktur, dan juga sekaligus penulis.