Kembali, Alek Budaya Nagari Sitapa yang ke dua akan digelar. Perhelatan kebudayaan nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang ini akan di gelar pada awal Desember. Tepatnya tanggal 3 dan 4. Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan di dua titik lokasi yang berbeda. Untuk kegiatan yang melkat pada tradisi serupa prosesi adat bagalanggang, atraksi Tobang Itiak, serta juga pertunjukan kesenian tradisi akan dilaksanakan di gelanggang jorong Padang Panjang. Sedangkan untuk kegiatan kepariwisataan dipusatkan di Panorama Talang jorong Sikabu-kabu.
Pada prosesi adat bagalanggang, akan dilaksanakan pada hari pertama. Dimulai dengan arak-arakan ninik mamak. Baik itu ninik mamak sipangka di satu sisi, dan juga ninik mamak sialek di sisi yang lain. Ninik mamak sialek dalam hal ini sebagai orang yang datang akan meminta izin kepada ninik mamak sipangka yang dalam hal ini sebagai sebagai pemilik gelanggang.
Pertemuan mereka akan dilaksanakan secara adat, carano sebagai benda skaral berisi sirih, pinang, dan juga tembakau akan diedarkan kepada yang hadir.Setelahnya, melalui alua pasambahan kata-kata akan diletakkan pada tempatnya. Apakah kemudian sialek yang datang tersebut diizinkan oleh sipangka sebagai pemilik perhelatan. Tanda diberikan izin adalah dengan menjamu tamu, dalam hal ini dinamakan dengan makan bajamba.

Setelah prosesi ini selesai maka barulah dimulai atraksi permainan anak nagari berupa Tobang Itiak. Dan pada malam harinya, akan digelar ragam seni pertunjukan, mulai dari tari-tarian, musik, dan juga sandiwara.
Pada hari kedua, ditempat yang berbeda, aka nada kegiatan yang berkaitan dengan kepariwisataan. Dimana, nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, akan dibayangkan sebagai salah satu nagari yang harus dikunjungi di kabupaten limas puluh kota. Untuk menarik para wisatawan, akan diadakan pula serangkaian kreativitas. Diantaranya, kemping, penanaman pohon, serta juga pertunjukan kesenian popular modern.
Kegiatan Alek Budaya Nagari Sitapa ini merupakan satu rangkaian festival yang difasilitasi oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Kegiatan ini merupakan program prioritas yang dikemas dalam program Pemajuan Kebudayaan Desa. Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang terpilih dari 400 desa lain di Indonesia.
Menurut kementrian pendidikan dan kebudayaan, semangat pemajuan kebudayaan khususnya di wilayah pedesaan perlu terus digaungkan. Program ini dimaksudkan untuk menggerakkan ekosistem budaya dimulai dari Desa. Selain bertujuan untuk membuka akses informasi, membuka akses jaringan dan membuka akses kebudayaan seluas-luasnya bagi masyarakat Desa. Program ini juga bertujuan sebagai wadah ekspresi serta membuka ruang-ruang budaya yang selama ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Desa.

“Sebetulnya, nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, melalui komunitas Legusa (silahkan akses legusafest.com), telah melakukan aktivitas kebudayaan sejak beberapa tahun lalu,” ungkap Walinagari Nofrizal.
“Mereka memulai dengan pemetaan potensi kesenian nagari, kemudian menghelatnya dalam festival yang dinamakan dengan Legusa Festival,” lanjut Walinagari lagi.
Sebagai salah satu nagari yang diamanatkan dalam program Pemajuan Kebudayaan Desa ini tentu anak nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang mendapat kesempatan lebih untuk memetakan kembali objek-objek kebudayaan yang ada di Nagari.
“Di nagari kita begitu banyak objek budaya. Misalnya yang tergolong dalam objek kesenian, di masing-masing jorong kita setidaknya ada satu sanggar atau kelompok kesenian. Baik itu, musik, maupun kelompok tari,” sebut Andes selaku pimpinan di Komunitas Legusa.
Di samping itu kata Andes lagi, sebagai salah satu masyarakat adat, yang menggunakan bahasa sebagai simbol adat. Objek sastra lisan berupa Alua Pasambahan masih menjadi bahasa yang dipakai dalam setiap kegiatan adat. Disamping itu, juga ada salah satu objek lain yang masih mengakar adalah berupa permainan anak nagari Tobang Itiak. Permainan ini sudah dilakukan sejak tahun 20an dan masih bertahan sampai sekarang.
“Ya, inilah yang kemudian kami coba susun dalam program Pemajuan Kebudayaan Desa melalui tahap pemanfaatan ini. Menggelar perayaan budaya anak nagari yang dikemas dalam pergelaran Tobang itiak,” ujar Arif selaku ketua pelaksana Alek Budaya Nagari Sitapa tahun 2022 ini.
