Manajer Program

P
ria asli Kabupaten Lima Puluh Kota ini punya segudang panggilan. Mulai dari Rio, Boyok, Mak Yok, Minpres, Damin dan terakhir Da Boy. Tentu semua panggilan tersebut punya sejarah masing-masing.
Yang paling berkesan sebenarnya panggilan terakhir. Yaitu Da Boy. Setamat SMA tahun 2002, Da Boy merantau ke Bandung. 14 tahun di Bandung ia kembali pulang ke tanah kelahirannya dan menetap di Kota Payakumbuh bersama istri dan kedua anaknya.
Hingga kini, Da Boy begitu aktif di kreatif. Ia menjadi konten kreator, sekaligus pegiat media sosial. Dunia kreatif ini ia lakoni kira-kira sejak tahun 2012. Ia memulai dengan menggeluti dunia tulis menulis. Ia memulai dengan menulis sebentuk cerita lucu berbahasa Minang di halaman Facebook dan Instagram. Akun yang ia pakai untuk Facebook yaitu CML (Carito Minang Lucu) dengan jumlah pengikut cukup banyak, lebih kurang 100 ribu orang. Begitu juga dengan akun instagramnya. Sekarang followernya mencapai lebih dari 50ribu. Tahun 2018 lalu, beberapa karya cerita lucu Da Boy dibukukan oleh salah satu penerbit di Kota Padang. Buku tersebut laku terjual terjual lebih dari 500 eks.
Tak hanya di dunia kreatif, ia juga menggeluti dunia politik. Tahun 2019 Da Boy pun dipercaya oleh KPU Kota Payakumbuh menjadi koordinator Relawan Demokrasi untuk Pemilu. Da Boy tergabung dalam Basis Warganet. Disana Da Boy dipercayakan untuk berbagi pengalamannya di dunia kreatif dan menurunkannya dalam dunia visual. Ia membuat naskah, yaitu membuat naskah sekaligus menyutradarai dan memerankan sketsa video dan film pendek. Hingga akhirnya Da Boy terpilih menjadi relawan demokrasi terbaik tingkat Sumatera Barat.
Pengalaman dalam dunia demokrasi inipun tidak hanya sampai disitu. Tahun 2020, Da Boy yang gondrong ini, pun diamanahkan oleh Bawaslu Kota Payakumbuh untuk menjadi anggota Panwascam Payakumbuh Utara untuk ikut mengawasi perhelatan Pilkada Gubernur Sumatera Barat 2020.
Keaktifannya di media sosial ini tahun 2021 ia dipercaya Denai Tv sebuah Televisi lokal Kota Payakumbuh untuk menjadi host podcast dan admin media sosial. Agaknya, ia ingin lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tulisan-tulisan dan puluhan karya sketsa video dan film pendek untuk digrapa lebih serius. Mudah-mudahan segera bisa terlaksana.
Kini, ia ikut mendirikan Suarakakisago.Com. Sebuah media yang dibayangkan sebagai corong untuk masyarakat nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang guna menyuarakan apa yang ada di nagari tersebut. Baik itu, mengangkat potensi-potensi yang ada, ataupun sebagai wadah edukasi bersama oleh masyarakat.